Contoh Case

 Contoh Case :

1. Recovery Case with Platter Scratch / Contoh pengambilan data dengan media piringan tergores parah seperti gambar dibawah ini :

Contoh piringan tergores

Harap beri perhatian khusus agar tidak membuka harddisk tanpa ruangan bersih.

Mengapa ? Karena tanpa ruangan bersih maka akan berakibat masuk debu yang tidak bisa dilihat oleh mata tetapi debu akan mengganggu kinerja putaran harddisk, mengganggu putaran cakram head, menghinggap di media piringan dan menghinggap di head/pembaca piringan sehingga kadang membuat kekacauan salah baca tulis dan paling parah jadi tidak bisa mendeteksi hdd tsb.

Dengan begitu usahakan untuk menyelamatkan data dibawa ke tempat yang sudah ahli dengan peralatan recovery. Karena jika sudah terlanjur bermasalah baret seperti piringan di atas maka tidak ada yang bisa membantu.

Gambaran begini :

Sebuah harddisk bermasalah : kadang detect dibios kadang tidak. kadang lagi pakai di Windows tiba2 bermasalah seperti muncul error sampai restart software/restart windows. Kadang bisa masuk windows dan kadang tidak bisa masuk windows. Kadang lagi pakai di Windows kemudian lambat sampai not responding sampai membuat Windows Hang. Itu hanya gambaran gejala kesalahan Harddisk walaupun belum tentu 100persen salah Harddisk. Untuk pasti 100% segera bawa ke tempat profesional recovery data harddisk untuk memastikan 100%.

Terkadang jika sudah telah bawa ke tempat recovery data. Bayar mahal juga tidak bisa direcovery seperti piringan baret diatas.

Kejadian piringan baret :

A. Karena jatuh (tenang saja, ini tidak akan membuat data hilang. Bisa dikatakan 100% tidak mungkin hilang dan bisa direcovery. Asal jangan colok power/kabel usb). Mengapa ? karena : 1. hdd jatuh ada kemungkinan posisi media platter/piringan jadi miring 2. head/pembaca harddisk jadi tidak pada posisi nya / miring 3. motor penggerak head patah / tidak pada tempatnya / nyangkut di media piringan dll. Jika No. 1, 2 dan 3 terjadi dan kita colok kabel power/kabel usb setelah kejadian hdd jatuh mata kemungkinan besar hdd akan baret. Sedangkan kalau bawa ke tempat recovery profesioanal selalu ada peralatan untuk kasus harddisk jatuh. (Ceritakan pada tempat recovery harddisk bahwa hdd ini bekas jatuh dan apakah sudah dicolok kepower atau belum)

B. Karena mati lampu. Head lagi baca entah diposisi mana dan tiba2 mati lampu. Kemudian saat lampu power nyala dan power cpu dinyalakan sehingga head hdd membaca entah mencari tempat head/parkir dulu atau bisa langsung beroperasi. Dan secara dadakan terhentak headnya membaca. Hal yang dadakan tersentak ini yang menimbukan piringan baret dikarenakan head. Hal ini bisa dicegah dengan membawa ke tempat recovery profesional dan menceritakan kejadian mati lampu dan sebaiknya jangan ambil resiko menyalakan cpu. Tidak setiap kasus saat menyalakan kembali cpu dan hdd bermasalah. tapi dalam 1000 kasus pasti ada beberapa kasus yang mengalami masalah ini. Jika data benar2 penting di dalam maka jangan mempertaruhkan kehilangan data Anda dengan menyalakan power cpu. Bawa ke tempat recovery profesional dan ceritakan kejadiannya sehingga mereka pasti tahu persis apa yang harus dilakukan yaitu mengembalikan ke posisi head seperti semula tanpa menyalakan power harddisk.

Tambahan : Head yang tidak parkir. Seperti saat kabel power listrik colok ke hdd atau kabel usb external colok ke hdd external dan tiba2 mati lampu / restart windows tiba2 atau kejadian lbh kurang serupa. Setiap hdd selalu ada tempat parkir untuk head. Jika head tidak diparkir kemudian tergoncang/menjalankan perintah di Windows maka head akan bingung sehingga jadi kacau / not responding / dead.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2. Recovering Data from physically damaged Samsung SSD

memperbaiki ssd

A Samsung MZRPC256HMCDSSD 256GB SSD from one of our recovery partners that had been physically damaged by their client. Their client tried removing the drive from their laptop themselves while in the process damaging the LIF (Low Insertion Force) connector. The entire connector was ripped off leaving only the pins remaining. This SSD uses a non-standard connector rather than the standard SATA/mSATA connector most SSD’s have so it cannot be hooked up to a normal computer even if the connector was not broken.

After visually inspecting the entire SSD we discovered another unusual characteristic. The Samsung SSD contains actually 2 SSD’s on the one PCB (printed circuit board). Each side of the board contains its own MCU (Microcontroller unit or brains) and NAND memory chips. It turns out this SSD was configured to run in a RAID 0 configuration. A RAID 0 configuration stripes the data across both SSD’s increasing read/write performance but at the same time reducing reliability. If one of the two sides of the SSD malfunctioned the other would not be able to function without it.

The first thing we had to determine what traces coming out of the MCU’s were related to sata data, power, and ground. Using a multimeter we were able to locate all necessary power and data lines. Since this SSD used a non-standard connector we wired the power and data lines to a standard sata power/data adapter to make accessing SSD more accessible. One side off the SSD was dumped at a time leaving us with 2 X 128GB size file dumps.

Now that we have the data safe and secure off of the damaged SSD the only left to do is reassemble the 2 dumps in a virtual RAID 0 configuration. Using proprietary RAID rebuilding tools we were able to determine and duplicate the settings used by the SSD’s MCU and manually rebuild the raid 0 configuration. We were able to get the same exact file system and extract 100% of the data. We at Data Analyzers specialize in developing custom solutions for recovering data from unique cases like this every day so do not hesitate to contact us if you need specialized SSD data recovery.